Arah Waktu
Arah Waktu
by : Aria Ratmandanu
Dalam Sains, pertanayaan yang paling sederhana itu justru yang paling sulit untuk dijawab. Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang apa yang disebut “Panah Waktu” atau “arah waktu”. Apakah waktu bergerak maju, atau sebaliknya waktu malah bergerak mundur ?, Bagaimana konsep tentang masa lalu, masa sekarang dan masa depan terbentuk di dalam otak kita ?, Apakah waktu benar benar mengalir sperti aliran sungai ?.
Mayoritas kita menganggap waktu sedang bergerak maju, karena ketika kita melihat jam tangan, jarum jam selalu bergerak dari angka kecil ke angka yang besar, tapi apakah hal itu membuktikan bahwa waktu bergerak maju ?, karena bisa saja Toko Jam Anti-Mainstream membuat jam yang arah jarumnya bergerak dari angka yang besar ke angka yang kecil. Konsep “waktu” muncul di dalam otak kita, karena kita melihat fenomena perubahan dalam kehidupan kita sehari hari, contohnya :
- Mobil yang berpindah dari posisi A ke posisi S dalam selang waktu tertentu.
- Fenomena pertumbuhan pada mahluk hidup.
- Fenomena pergantian siang dan malam.
Dengan memperhatikan contoh contoh diatas, dalam sejarah evolusi manusia, konsep “waktu” digunakan untuk menandai suatu perubahan atau kejadian, contoh diatas tidak menjelaskan apakah waktu itu berjalan maju atau mundur, konsep maju atupun mundur muncul dari intuisi didalam otak kita dalam menyikapi fenomena perubahan yang terjadi di alam. Nah Jika kita hidup di wilayah dimana tidak ada pergantian siang dan malam dan fenomena pertumbuhan biologis tidak ada (selalu muda dan tidak pernah menjadi tua), apakah kita akan berfikir bahwa waktu itu mengalir ?
Hukum fisika sendiri bersifat simetris terhadap waktu, artinya, Hukum Fisika apapun (Hukum Newton, Maxwell dll) tidak berubah bentuknya apabila waktu berjalan maju maupun bergerak mundur, suatu fenomena yang disebut “Invariansi Waktu”. Nah sebenarnya apa sih yang disebut panah waktu itu ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba bayangkan gelas yang berisikan air diatas meja seketika jatuh dan pecah berkeping keping, jika kamu mem-videokan kejadian tersebut, kamu dengan mudah tahu apakah kejadian itu “maju dalam waktu” atau “mundur dalam waktu”. Jika kamu memutar mundur video tersebut kamu akan melihat gelas pecah tersebut kembali menyatu menjadi gelas utuh. Kamu yakin video tersebut diputar mundur terhadap waktu karena dalam kehidupan sehari hari kita tidak pernah melihat serpihan gelas yang pecah tiba tiba loncat sendiri keatas meja dan menyatu kembali menjadi gelas yang utuh tanpa bantuan lem alteco dan manusia.
Mengapa kita tidak pernah melihat serpihan gelas yang pecah tiba tiba loncat sendiri keatas meja dan menyatu kembali menjadi gelas utuh, karena hal tersebut berlawanan dengan hukum ke 2 termodinamika yang berbunyi “Dalam sistem tertutup, Ketidakteraturan atau Entropi suatu sistem selalu bertambah siring waktu). Dengan kata lain, Hukum II Termodinamika mirip seperti Hukum Murphy : “Semuanya cenderung jadi tak beres”. Gelas Utuh yang berada diatas meja berada dalam keadaan teratur, namun setelah gelas itu jatuh dan pecah, gelas tersebut berada dalam keadaan tidak teratur. Otak kita memunculkan intuisi bahwa gelas yang berada diatas meja berada dimasa lalu, sedangkan pecahan gelas yang jatuh dilantai berada dimasa depan, bukannya sebaliknya.
Bertambahnya ketidakteraturan di alam seiring waktu adalah suatu contoh apa yang disebut Panah Waktu atau Arah waktu, Sesuatu yang membedakan masa lalu dan masa depan didalam otak kita, Ada tiga jenis Panah waktu atau Arah waktu yaitu :
- Panah Waktu psikologis, ini adalah arah waktu waktu yang kita rasakan ketika waktu berlalu, arah yang membuat kita mengingat masa lalu tapi tak mengingat masa depan.
- Panah Waktu Kosmologis, yaitu arah waktu dimana alam semesta mengembang, bukannya menyusut.
- Panah Waktu termodinamika, yaitu arah waktu yang menunjukkan peningkatan ktidakteraturan (entropi).
Oleh Karena itu, sikap intuisi panca indera subjektif kita terhadap arah waktu (Panah waktu psikologis), ditentukan oleh otak kita melalui Hukum II Termodinamika. Seperti halnya komputer, kita harus mengingat sesuatu dimana ketidakteraturan meningkat. itu membuat Hukum II Termodinamika terlihat sangat biasa. Ketidakteraturan meningkat seiring waktu karena kita mengukur waktu dalam arah dimana ketidakteraturan meningkat. Itu sudah pasti. Nah Apakah para pembaca sudah faham mengenai arah waktu ?.. hehe



Komentar
Posting Komentar