Seni mendeteksi omong kosong


   by : Aria Ratmandanu


            Selain mengajari kita apa yang harus dilakukan ketika mengevaluasi suatu klaim atas pengetahuan, kumpulan perlengkapan deteksi omong kosong juga diperlukan untuk membantu kita mengenali kesalahan kesalahan logika dan retorika yang paling umum dan paling berbahaya. Banyak contoh yang bagus yang dapat ditemukan dalam politik, karena sebagian besar para politikus sedemikian sering harus membenarkan dua pernyataan yang bertentangan. Kesalahan kesalahan itu antara lain adalah :

1. Ad hominem, yang dalam bahasa latin artinya "kepada orangnya" yaitu menyerang orang yang berargumen dan bukan argumennya (contoh argumennya ; Anda tidak mempunyai gelar professor, jadi kata kata anda tidak perlu dianggap serius')

2. Argumen dari pemegang otoritas,  contohnya : informasi X berasal dari situs internet yang mebahas tentang logika, jadi sudah pasti informasi itu benar. 

3. Argumen dari akibat buruk, contohnya : Terdakwa dalam pengadilan atas pembunuhan hewan yang dilindungi yang dipublikasikan secara luas harus dinyatakan bersalah; jika tidak, itu akan menjadi dorongan bagi orang lain untuk membunuh hewan yang dilindungi.

4. Argumen dari memihak ketidaktahuan ---- Klaim bahwa apapun yang belum dibuktikan salah berarti benar, dan sebaliknya, contohnya : tidak ada bukti kuat bahwa UFO tidak mengelilingi bumi, oleh karena itu UFO ada, atau : mungkin ada mahluk hidup cerdas di suatu tempat di alam semesta, atau mungkin ada tujuh puluh trilliun planet lain, namun tidak satu pun yang diketahui memiliki kemajuan moral seperti di bumi, sehingga kita tetap merupakan pusat alam semesta. 

5. Argumen yang meminta diistimewakan, seringkali untuk menyelamatkan pernyataan yang sangat bermasalah dari segi retorika, contohnya : "ya saya setuju jika semua pengemudi mobil yang mabuk harus masuk penjara, tetapi dengan segala hormat, dia adalah putera saya, dia adalah anak baik yang baru berbuat kesalahan." 

6. Argumen yang memancing pertanyaan, disebut juga mengasumsikan jawaban, contohnya setiap orang menginginkan iPhone model terbaru karena iPhone adalah gadget baru terpnas di pasaran, atau Pemanasan global tidak terjadi karena bumi tidak bertambah panas. 

7. Argumen yang memilih milih hasil pengamatan, disebut juga mengangkat kondisi yang disenangi, atau seperti yang dijabarkan filsuf Francis Bacon, menghitung yang kena dan melupakan yang luput, contonya : satu negara membanggakan presiden-presiden yang dihasilkannya, namun bungkam soal pembunuh pmbunuh berantainya.

8. Argumen statistika angka kecil --- kerabat dekat memilih-milih hasil pengamatan, contohnya : Saya sudah menang taruhan tiga kali berturut turut, malam ini tidak mungkin saya kalah .

9. Argumen Non sequitur, istilah bahasa latin artinya "hal itu tidak mengikuti, contohnya : karena diet tidak berhasil bagi kebanyakan orang, kita tidak seharusnya merekomendasikan anak yang terkena obesitas untuk melakukan diet". Seringkali orang yang terjatuh dalam kesalahan non sequitur semata mata gagal mengenali kemungkinan-kemungkinan alternatif.

10. argumen Post hoc, ergo propter hoc, ---- istilah bahasa latin artinya "hal itu terjadi setelahnya, sehingga pasti disebabkan oleh.." contohnya : "saya pernah dengar tentang seorang perempuan berusia 26 tahun yang terlihat seperti berusia 60 tahun karena dia meminum pil kontrasepsi".

11. Argumen berupa pertanyaan tak berkmakna, contohnya Apa yang terjadi ketika gaya yang tidak bisa ditahan bertmu dengan benda yang tak bisa digerakkan ?, namun bila ada yang namanya gaya yang tidak bisa ditahan, maka tidak ada yang namanya benda yang tak bisa digerakkan, dan sebaliknya).

12. Argumen yang mencampurkan korelasi dan sebab-akibat, contohnya "dengan menurunnya populasi bajak laut, kita telah melihat bahwa pemanasan global meningkat dalam waktu yang sama, oleh karenanya pemanasan global disebabkan oleh menurunnya jumlah bajak laut".

13. Argumen dari bukti yang disembunyikan atau kebenaran yang tak lengkap, contohnya : Suatu negara X memiliki standar kehidupan yang rendah, oleh karena itu kemungkinan dalam 50 tahun kedepan negara X tetap dalam standar kehidupan yang rendah.

14. Argumen berupa kata kata licik, ( contohnya Pemisahan kekuasaan Konstitusi AS menetapkan bahwa Amerika Serikat tidak boleh melakukan perang tanpa deklarasi oleh Kongres. Di sisi lain, Presiden diberikan kendali atas kebijakan luar negeri dan perang, yang berpotensi menjadi alat yang kuat untuk mendapatkan diri mereka terpilih kembali. Karena itu, presiden dari salah satu partai politik mungkin tergoda untuk mengatur perang sambil mengibarkan bendera dan menyebut perang itu sebagai sesuatu hql lain - “aksi polisional,” “serangan bersenjata,” “serangan reaksi protektif,” “pengamanan,” “melindungi kepentingan Amerika,” dan beragam "operasi", seperti "Operasi Demi Keadilan ." Eufemisme untuk perang adalah salah satu golongan besar reka ulang bahasa yang luas untuk tujuan politik. Talleyrand berkata, “ Salah satu seni utama politikus adalah menemukan nama-nama baru untuk lembaga-lembaga yang nama lama nya telah dibenci oleh rakyat.


Komentar

Postingan Populer