Kucing paling terkenal di Alam Semesta (Kucing Schrodinger)
Kucing paling terkenal di Alam Semesta (Kucing Schrodinger)
by : Aria Ratmandanu
Mengapa kucing seorang ahli fisika Erwin Schrodinger menjadi kucing paling terkenal di Alam Semesta, bukannya kucing Persia, Anggora, atau bahkan “Kucing Kucingan” skalipun. hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena Kucing Tuan Schrodinger bisa hidup dan mati secara bersamaan, kemampuan itu tentunya akan membuat kucing Tuan Schrodinger akan memnangkan kontes bakat Kucing se jagad raya, mengalahkan kucing yang mampu bernyanyi musik metal, mengendarai pesawat dan kucing yang bisa duduk di Mall lalu ngerumpi.
Erwin Schrodinger sang pelopor mekanika kuantum, pada tahun 1935 bersekongkol dengan Albert Einstein untuk membuktikan bahwa teori mekanika kuantum yang dogmatis itu tidak lengkap. Albert Einstein dalam sisa 30 tahun terakhir hidupnya mencoba membuktikan bahwa teori mekanika kuantum tidak lengkap karena bertentagan dengan realitas. Albert Einstein juga manusia, Ia bisa Salah, Ia menutup diri terhadap perubahan radikal dalam dunia fisika, padahal itu dilakukan oleh dirinya sendiri 20 tahun sebelumya ketika ia mruntuhkan konsep waktu absolut Newton dan merumuskan teori relativitas khusus. Einstein bisa dimaafkan, karena pada tahun 1920 an (ketika teori kuantum berada pada zaman keemasannya) Einstein adalah seorang selebriti dunia, Ilmuwan paling terkenal sehingga kondisi itu membuatnya puas dan lebih cenderung berubah menjadi tertutup terhadap perubahan radikal yag dbuat oleh anak anak muda Jerman seperti Werner Heisenberg, Pauli dan gerombolannya. Situasinya sama persis ketika Albert Einstein mencoba menjelaskan teori relativitas khusus kepada Para Ahli Fisika Tua yang menolak konsep waktu relatif dalam teorinya, dan dalam kasus teori kuantum Einstein lah kini yang memposisikan diri sebagai Ahli Fisika tua dihadapan Anak muda Jerman Revolusioner seperti Werner Heisenberg.
Memangya apa sih yang salah dari teori kuantum, kok Einstein susah banget untuk menerima teori tersebut, disini say akan jabarkan alasannya :
- Teori Kuantum bersifat probabilistik, artinya sifat “kepastian” dalam dunia lenyap dan diganti dengan sifat “Peluang”, seluruh arena fisika berubah menjadi arena pertandingan sepak bola, kita tidak bisa menghitung dengan rumus fisika Tim mana yang akan menang (Yang mana bisa dilakukan oleh Fisika Klasik), melainkan yang hanya kita tahu Peluang Tim tersebut bisa menang, Tentu kasusnya mendekati Fisika klasik jika Tim yang Bertanding adalah Barcelona Vs Persija Jakarta misalnya, karena secara kualitas Barcelona jelas jauh diatas Persija, sehingga kita sudah tau hasil akhir pertandingan tanpa melihat pertandingan sampai akhir.
- Tentu saja Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Einstein pernah berkata ketika pertama kali membaca prinsip tersebut “Heisenberg telah menghasilkan telur kuantum yang besar.”
- Teori kuantum melanggar princip lokalitas, artinya 2 benda yang dulunya satu dan kemudian terbelah dua, bisa berkomunikasi secara “misterius” bahkan ketika dua benda itu terpisah sangat jauh dan tidak bisa berkomunikasi dan lepas dari hukum sebab akibat. Hal ini kelak menjadi prinsip dasar ’Teleportasi”. Einstiein sndiri tidak suka dengan kata “Aksi misterius dari kejauhan”, “Jika hal seperti ini bisa masuk dalam fisika, maka Aku meminta maaf telah menjadi Ahli Fisika, Aku lebih baik beralih profesi yang lain” begitu kata einstein.
Secara Biologi bisa dijelaskan mengapa Otak manusia begitu sulit untuk menerima teori kuantum, Otak kita berevolusi untuk berburu dan mencari makanan dalam padang rumput Afrika, sehingga realitas yang kita jalani sehari hari adalah untuk bertahan hidup, lain halnya jika seleksi alam menjadikan kita organisme mikro yang kesehariannya melihat fenomena kuantum, tentu kita akan mudah menerima teori kuantum. Sama sulitnya meyakinkan seekor Virus bahwa Donat merek “S” adalah donat paling enak di kota ini, karna tidak mungkin bagi virus untuk makan donat apalagi nongkrong di Starbucks. Anda butuh waktu lebih lama dari umur alam semesta untuk meyakinkan virus yang malang (karena tidak bisa nongkrong di starbucks) tersebut.
Erwin Schrodinger yang hanya beda beberapa tahun dari Einstein terjebak diantara gerombolan tua (Einstein) dan para Pemberontak muda (Heisenberg), Ia terpesona oleh intelektualitas Einstein dalam menangkal teori kuantum sehingga ingin mencoba membantu einstein menemukan ketidaklengkapan teori kuantum. Ketika Einstein berhasil menemukan ketidaklengkapan itu, Schrodinger memberikan selamat dan bilang sama Einstein “Anda seperti Ikan Piranha didalam Kolam Ikan emas, mengacaukan semuanya”. diam diam Schrodinger menyusun eksperimen khayalannya sendiri yang melibatkan Kucing Khayalan yang kemudian terknal dengan sebutan “Schrodinger Cat”. Pertanyaan ini mengarah pada nasib genting kucing khayalan yang ditakdirkan abadi dalam keadaan mati dan hidup secara bersamaan, yang dikenal dengan nama kucing Schrodinger. Dalam suratnya kepada Einstein
“Kita bahkan dapat menyusun kasus yang lebih konyol. Seekor kucing khayalan dikurung didalam ruang baja, bersama alat beriku ini, (yang harus diamankan agar tidak diganggu secara langsung oleh Kucing khayalan tersebut). Detektor Geiger-Muller yang diberi sedikit zat radioaktif, sangat sedikit, sehingga dalam waktu satu jam, satu atom mungkin meluruh, namun ungkin juga tidak, jika atom meluruh detektor GM melepas muatan dan melalui relai, melepaskan palu yang memecahkan tabung berisi Senyawa Asam Hidrosianida, Jika seluruh sistem itu kita biarkan selama satu jam, kucing khayalan itu akan mati jika ada atom yang meluruh, namun jika tidak ada atom yang meluruh maka kucing khayalan itu akan tetap hidup, Fungsi gelombang seluruh sistem itu merupakan campuran dari fungsi gelombang kucing dalam keadaan hidup + fungsi gelombang kucing dalam keadaan mati secara bersamaan, (Maafkan kata kata yang saya gunakan)”
Tentu saja eksperimen ini adalah eksperimen khayalan dan tidak pernah benar benar terjadi. Banyak versi lain dari percobaan ini yang tidak melibatkan mahluk hidup. Kesimpulannya adalah kita tidak tahu apakah kucing khayalan itu hidup atau mati sebelum membuka kotaknya, dan mungkin tidak ada yang berani membuka kotaknya karena takut kucingnya ngamuk karena jadi bahan percobaan. Kuncinya jika teori kuantum yang sangat cocok dengan hasil eskprimen merupakan teori fundamental di Alam, maka Kucing Khayalan Schrodinger akan abadi berada dalam keadaan hidup dan mati secara bersamaan sebelum kita membuka kotaknya. Dalam Fisika, hal ini disebut Paradoks, ketika sebuah Paradoks muncul dalam fisika, tandanya kita butuh teori yang lebih baik untuk menjelaskan fenomena tersbut, Biasanya sih setiap ditemukan sebuah Paradoks, Penemuan baru ditemukan atau teori yang baru ditemukan untuk menghilagkan paradoks tersebut.





Komentar
Posting Komentar