Ketika Einstein Jatuh Cinta
Ketika Einstein Jatuh Cinta (Cerita Fiksi)
by : Aria Ratmandanu
Cerita ini hanyalah fiksi semata dan tidak pernah benar benar terjadi, saya buat cerita ini agar tidak bosan belajar Sains.. hehe
15 orang Ilmuwan Jerman berhasil memenangkan hadiah nobel, jumlah pemenang terbanyak di dunia untuk saat ini” bunyi headline koran Berlin post pada tahun 1911, Saat itu Jerman merupakan ibu kota fisika teoretis dan matematika dunia, bukan hanya itu saja, Jerman merupakan pusat segala Ilmu pengetahuan pada saat itu, sudah lebih dari 100 tahun koran koran di jerman tidak dipenuhi oleh headline berita seperti ini, “Seseorang bergelar Doktor tertipu oleh Dukun yang katanya mampu menggandakan Uang secara Gaib”, Berlin kini telah berubah menjadi kota yang rasional, dengan tingkat kriminalitas dan korupsi terendah didunia, bahkan jumlah polisi pun sangat sedikit disana, Jerman telah menjelma menjadi negara industri terbesar di dunia bersama Inggris.
Mr. Lennard berhasil menghasilkan listrik dengan cahaya” kata seorang pemuda eksentrik yang sedang membaca koran sambil merokok didalam kereta, hari ini adalah hari dimana ia pertama kali pergi ke Berlin untuk studi post doktoralnya, rambut dan kumisnya tidak pernah disisir, dan ia tidak pernah memakai kaos kaki, seseorang dengan karakter yang kuat, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan Anti-Mainstream, sebagai contoh ketika masyarakat Berlin merokok, bagian api rokok pasti diluar mulut, namun pemuda tersebut selalu merokok dengan bagian panas rokoknya yang didalem mulut, yang bagian dinginnya malah di luar mulut, Kelak 8 tahun kedepan pemuda tersebut akan menjadi Ilmuwan paling terkenal didunia, namanya ialah Albert Einstein.
“Permisi, Apakah saya boleh Duduk disini”, Einstein tersentak dari eksperimen fikiran nya mengenai tukang cat yang jatuh bebas bersama kaleng cat dan kertas tagihan listrik nya, dan sekarang Pandangan nya jatuh bebas ke wanita yang berdiri didepannya, dengan spontan einstein berkata “Gravitasi tidak bertanggung jawab terhadap orang yang sedang jatuh karena cinta”. Wanita tersebut seperempat (setengah kali setengah) kaget dan trsenyum, “bolehkah saya duduk disini Mr. ?, (dengan respon lebih cepat dari cahaya Albert Einstein berkata “Einstein” nama Saya “Einstein”, “Silakan duduk” sahut Einstein.
Suasana hening, rupanya Einstein sedang menghitung di otaknya berapa peluang ia bisa mengajak ngobrol wanita didepannya,
“Mr. Einstein, mengapa posisi duduk anda tiba tiba seperti kodok yang sedang kesulitan parkir di parkiran Mall yang penuh ? “Wanita itu memulai pembicaraan duluan”
“Wah, dia tipe yang agresif” pikir einstein, wajahnya makin kikuk seperti bilangan bulat yang makin bulat karena lupa diet.
“Anda pasti dari jurusan Fisika atau Matematika Mr. Einstein, coba gunanan kalkulus multivariabel untuk menebak nama saya” --- kata wanita tersebut
Einstein yang tak mau kecerdasannya terlampaui merespon “Darimana Anda tau ?, hehe Biasanya kami menyebut “X” untuk sesuatu variabel yang tidak diketahui nilainya dalam Matematika, Apakah anda keberatan jika saya memanggil anda dengan sebutan “X” sampai saya bisa memahami persamaan matematika tentang dirimu ?”
“Hahahahaha” wanita tersebut Malah ngakak ketawa. Suasana telah mencair, tidak rugi einstein belajar termodinamika selama 3 tahun, akhirnya terpakai juga ilmunya untuk "Mencairkan” suasana.
“Saya dari jurusan Kedokteran Mr. Einstein, Saya sering melihat anda di Universitas, Saya juga Mahasiswi Post Doktoral di Institut Kaiser Wilhelm Berlin, sama seperti Anda” kata wanita tersebut”
“Kalau begitu apakah anda keberatan jika saya panggil anda Streptococcus Thermophilus nona ?” sahut Einstein.
“Mengapa bisa begitu Mr. Einstein ?” Wanita tersebut terdengar kebingungan
“Karena bakteri tidak bisa terlihat namun ada diseluruh tubuh kita dan perannya luar biasa dalam kehidupan, kita bisa hidup di dunia karena bakteri mengizinkan kita untuk hidup di dunia ini.. hehe” Einstein tersenyum puas. Wanita tersebut tersenyum, dan Einstein pun terus nyerocos tanpa henti..
“Ngomong Ngomong, Apakah anda dan Professor anda tahu apakah ada spesies dari bakteri Streptococcus yang mebuat orang selalu jatuh cinta ?” Kata Einstein
“Saya tidak tahu itu Mr. Einstein,” Wanita itu makin penasaran.
“Nama Spesies bakteri tersebut adalah “Streptococcus Sayang” persis seperti wanita yang sedang duduk didepanku ini “ kata Einstein Percaya diri. Sontak seekor nyamuk yang tidak sengaja lewat di depan Einstein berteriak “Cakeeeeep”, Wanita tersebut semakin antusias ingin bertanya kepada sang Ahli Fisika.
“Saya merasa tersanjung Mr. Einstein, menurutmu cinta itu seharusnya bagaimana Mr. Einstein ?”
“Dalam semua cinta besar, ia mengatasi baik kata maaf maupun belas kasihan, Orang harus berpegang teguh kepada hatinya, karena apabila ia melepaskannya, betapa cepatnya Ia akan kehilangan kepalanya”. — Kata einstein
“Terus.. terus apalagi Mr.Einstein ?” -- Wanita tersebut semakin penasaran
“Biarlah ada keberanian dalam cintamu, karena dengan cintamu engkau harus menyerang dia yang membuat dirimu jadi takut, biarlah kehormatanmu hadir dalam cintamu, selalu mencintai lebih dari dicintai dan jangan pernah hal ini dinomorduakan.” — Kata einstein dengan yakin
“Bagaimana Caranya Mr. Einstein ?” — Wanita itu makin penasaran
“Engkau harus lebih dahulu mengerti bagaimana menjadi busa apabila engkau ingin dicintai oleh hati yang meluap” — Ujar Einstein
“Mr. Einstein, menurutmu apakah kita perlu jujur terhadap Cinta ?” —- Wanita tersebut menatap Einstein tidak seperti biasanya.
“Bahkan jika berbicara itu buruk, tetapi diam itu lebih buruk, semua kebenaran yang didiamkan akan menjadi beracun” — kata Einstein
“Namun Saya sulit untuk mempercayai orang Mr. Einstein..” -- wanita tersebut menatap Einstein.
“Dan día yang mengetahui bahwa sifat manusia itu mudah berubah, tidak boleh percaya pada musim musim semi dan padang rumput yang penuh warna warni ini” — Kata
Einstein sambil menunjuk pemandangan diluar jendela kereta.
“Mr. Einstein, bagaimana kita tahu Cinta itu baik atau buruk bagi kita ?”
“Sebenarnya manusia telah menemukan segala hal yang baik dan buruk bagi diri mereka sendiri, baik dan buruk juga bukan merupakan suara yang turun dari langit kepada mereka, Manusia lah yang pertama kali menerapkan nilai nilai itu kepada benda benda untuk dirinya, Ia memaknai benda benda itu suatu makna manusia, Sebab itu, Ia namai dirinya “Manusia” yang artinya “Sang Penilai” — Kata Einstein
“Pertanyaan terakhir Mr. Einstein, Apakah anda ingin menjadi manusia mulia atau manusia baik ?” —- Wanita itu menatap Einstein penuh cinta
“Ketahuilah bahwa manusia Mulia merupakan batu rintangan bagi setiap orang, bagi mereka yang baik pun, manusia mulia merupakan sebuah rintangan, Manusia Mulia ingin hal hal baru dan kebajikan baru, Manusia baik menginginkan yang lama dan ingin agar yang lama tersebut dipertahankan” — Kata Einstein
“Suatu kehormatan bisa mengenal anda Mr.Einstein” — Wanita tersebut menatap Einstein begitu lama.
“Suatu kebahagiaan juga bertemu denganmu Streptococcus Sayang.. hehe” — enstein tersenyum
Akhir cerita, Kereta tersebut tidak pernah berhenti di stasiun manapun, karena waktu berhenti berdetak ketika anda merasa bahagia, saat itu Einstein menyadari bahwa teori relatifitasnya telah terbukti kebenarannya” — sekian cerita singkat dari saya



Komentar
Posting Komentar